Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah program pembelajaran yang membekali kamu dengan kemampuan mengolah pesan verbal dan visual menjadi bentuk komunikasi yang kreatif, efektif, dan memikat.
Di sini, kamu tidak hanya belajar cara "menggambar" atau "membuat logo", tetapi juga mendalami strategi di balik pembuatan visual yang mampu menyampaikan pesan, mengubah persepsi, bahkan menggerakkan tindakan audiens.
Matematika adalah studi tentang pola, struktur, ruang, bilangan, dan perubahan. Lebih dari sekadar menghitung, matematika merupakan bahasa universal yang dibangun di atas logika ketat, berfungsi memodelkan fenomena nyata dan memecahkan masalah di berbagai bidang
MENGOPERASIKAN DAN MERAWAT SISTEM MESIN PENDINGIN/SYSTEM REFRIGERASI
|
18.1. Sistem Refrigerasi
Refrigerasi adalah produksi dan pemeliharaan tingkat suhu dari bahan atau ruangan pada tingkat yang lebih rendah dari suhu lingkungan atau atmosfer sekitarnya, dengan melalui penyerapan atau penarikan panas dari bahan atau ruangan tersebut. Secara singkat Refrigerasi adalah suatu proses untuk menurunkan (pendinginan), menaikan (pemanasan) dan menjaga temperatur suatu zat atau ruangan, sesuai dengan yang kita inginkan.
Fungsi refrigerasi bagi produk perikanan adalah untuk menghambat pertumbuhan bakteri pembusukan, sehingga dapat memperpanjang umur ikan (lebih awet) dan tidak menghilangkan gizi yang dikandungnya.
Sistem refrigerasi pada kapal perikanan umumnya menggunakan kompresor multi silinder karenamempunyai rancangan dan ukuran yang relatif kecil serta ringan sehingga maksimal dalam penggunaan ruang dan berat per unit dari kapasitas pendingin. Kapasitas operasi dari kompresor ini dicapai secara otomatis melalui mekanisme unloader yang dioperasikan berdasarkan pengaturan tekanan hisap (suction pressure). Ketika mesin dioperasikan beban secara otomatis dikurangi dengan mekanisme ini, sehingga memungkin-kan kompresor start dengan torsi minimum.
Beban baru terjadi ketika mesin telah mencapai kecepatan kerjanya, dengan demikian dapat mengurangi beban kerja dari motor. Hal ini berarti pengoperasian dapat dilakukan motor dengan kapasitas yang lebih kecil. Kompresor refrigerasi mempunyai putaran maksimum 1200 hingga 1450 rpm dan kompresor ini relatif tidak bising dalam pengoperasiannya, karena penerapan sistem dynamic balancing. Kompresor refrigerasi ada yang mempunyai diameter silinder 3.75” (95mm) dengan langkah torak 3” (76mm) dan diameter silinder 5,125” (130mm) dengan langkah torak 3,975” (100mm). Kedua serie ini masing-masing dibagi menjadi dua type yaitu satu tingkat (single stage) dan type dua tingkat (two stage) atau compound.
Konstruksi kedua type ini adalah sama kecuali type dua tingkat mempunyai 2 bagian discharge dan 2 bagian suction lihat gambar 6.3. Seluruh komponen dibuat dengan pengukuran yang akurat dan saling bisa ditukar. Penggantian komponen dapat dilakukan dengan cepat pada saat periode pemeriksaan ataupun pada saat diperlukan perbaikan. Namun unjuk kerja kompresor yang optimal hanya dapat dicapai dengan perawatan yang benar. Dengan membaca dan memahami panduan ini akan menjamin pengoperasian dan perawatan yang benar terhadap sistem refrigerasi.
18.2. Prinsip Dasar Refrigrasi Mekanik
Dalam suatu sistem refrigerasi, tenaga panas dan efek panas antara lain terlibat dari suatu jenis bahan yang terkait dengan proses-proses refrigerasi. Perubahan dari suatu jenis bahan dari keadaan padat menjadi cair atau gas (uap) dan sebaliknya dari gas menjadi cairan atau padat melibatkan sejumlah tertentu tenaga panas yang berhubungan dengan suhu, tekanan dan volume bahan tersebut.
Siklus kerja dari sistem refrigerasi untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut :
18.2.1. Penguapan
Tekanan cairan refrigeran diturunkan atau dijatuhkan tekanannya pada katup ekspansi dan didistribusikan secara merata ke dalam pipa evaporator. Dalam hal tersebut refrigeran akan menguap dan menyerap kalor dari produk atau udara ruangan yang diserap melalui permukaan luar pipa evaporator. Apabila udara didinginkan maka air yang ada di dalam udara akan mengembun pada permukaan evaporator, cairan refrigeran diuapkan secara berangsur-angsur karena menerima kalor sebanyak kalor laten penguapan, selama mengalir di dalam setiap pipa evaporator.
18.2.2. Kompresi
Kompresor menghisap uap refrigeran dari pipa-pipa evaporator, tekanannya diusahakan supaya tetap rendah, agar refrigeran senantiasa dalam keadaan uap yang bertemperatur rendah. Di dalam kompresor, tekanan refrigeran dinaikkan, sehingga memudahkan pencairannya kembali. Energi yang diperlukan untuk kompresi diberikan oleh motor listrik yang menggerakkan kompresor. Jadi dalam proses kompresi energi diberikan pada uap refrigeran. Pada waktu uap refrigeran dihisap masuk ke dalam kompresor, temperaturnya masih rendah, tetapi selama proses kompresi berlangsung temperaturnya naik.
18.2.3. Pengembunan
Uap refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur tinggi pada akhir kompresi dengan mudah dicairkan melaui pendinginan dengan air pendingin (atau dengan udara pendingin pada sistem dengan pendingin udara) yang ada pada temperatur normal. Dengan kata lain, uap refrigeran menyerahkan panasnya (kalor laten pengembunan kepada air pendingin atau udara pendingin) di dalam kondensor sehingga mengembun dan menjadi cair di dalam kondensor. Dari kondensor cairan refrigerant mengalir ke katup ekspansi selanjutnya terjadi jatuh tekanan
18.2.4. Ekspansi
Untuk menurunkan tekanan dari refrigeran cair (tekanan tinggi) yang dicairkan di dalam kondensor, supaya dapat mudah menguap, maka digunakan alat yang dinamakan katup ekspansi. Cairan refrigeran mengalir ke evaporator, tekanannya turun dan menerima kalor penguapan dari udara, sehingga menguap secara berangsur-angsur. Selanjutnya proses siklus tersebut di atas terjadi berulang-ulang lihat gambar 18.1.
|
|
18.3. Sirkulasi Sistem Refrigerasi Mekanik
Untuk memahami proses yang berlangsung pada sistem refrigerasi, pengaturan seluruh proses itu dapat dikemukakan berupa siklus dasar yang menggerakkan sistem refrigerasi. Panas yang berasal dari ruangan dan bahan diserap ke dalam evaporator, panas itu tersimpan dalam uap refrigeran yang bertekanan rendah, dihisap ke dalam jantung sistem refrigerasi. Pada sistem kompresi, jantung ini berbentuk kompresor, sedangkan pada sistem absorpsi berbentuk absober dan generator. Oleh jantung, panas yang dihisap dan dibawa oleh uap refrigeran bertekanan rendah, dipompakan menuju alat pengembunan (kondensor).
Tekanan uap refrigeran menjadi tinggi dan menjadi jenuh akan panas. Oleh pendinginan dengan udara atau air, uap refrigeran yang berada didalam kondensor berubah menjadi cairan. Panas yang terkandung dalam uap pada saat mengembun dienyahkan bersama air atau udara pendingin kondensor. Cairan yang terbentuk mengumpul dalam tanki penerima, cairan itu bertekanan tinggi dan seterusnya mengalir menuju alat pengukur pemuaian. Dengan mengatur keran, cairan bertekanan tinggi berubah menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Cairan itu diberi kesempatan memuai, mendidih dan menguap di dalam evaporator. Untuk menguap dan mendidih, refrigeran itu menyerap panas dari sekitarnya dalam ruangan evaporator untuk kemudian disalurkan kembali sistem refrigerasi. Sedangkan garis lurus putus-putus menandakan bahwa sebelah kiri garis putus-putus adalah sisi tekanan rendah (low pressure side) dan sisi sebelah kanan adalah sisi tekanan tinggi (high pressure side).
18.4. Konstruksi kompresor Refrigerasi
Kompresor multi silinder mempunyai rancangan dan ukuran yang relatif kecil serta ringan sehingga maksimal dalam penggunaanya. Kompresor di kapal dapat beroperasi secara otomatis melalui mekanisme unloader yang bekerja berdasarkan pengaturan tekanan hisap (suction pressure). Putaran maksimum kompresor refrigerasi berkisar antara 1200 hingga 1450 rpm dan suara kompresor relatif tidak bising dalam pengoperasiannya karena penerapan sistem dynamic balancing. Jenis kompresor dibagi menjadi dua type yaitu kompresor satu tingkat (single stage) dan type kompresor dua tingkat (two stage) atau compound. Konstruksi kedua jenis ini adalah sama kecuali type dua tingkat mempunyai 2 bagian discharge dan 2 bagian suction. Seluruh komponen kompresor dibuat melalui pengukuran yang akurat dan presisi serta untuk mempermudah penggantian kompo-nen pada saat periode pemeriksaan.
18.4.1. Kompresor Satu Tingkat (Single Stage)
Uap referigrant yang terbentuk didalam evaporator memasuki scale trap (2) melalui suction stop valve (1) dari kompresor. Dimana kotoran disaring oleh saringan yang dipasang pada scale trap tersebut lalu uap refrigerant mengalir melalui suction strainer (3) dan memasuki crank crase suction chamber (4). Pada saat piston (5) memulai langkah penghisapan, tekanan didalam silinder sleeve (6) berkurang, dan gas yang berada di ruang hisap masuk ke dalam silinder setelah menekan suction valve (7) keatas. Saat piston bergerak keatas, suction valve tertutup dan gas dikompresikan. Pada saat tekanan gas menjadi lebih tinggi dibanding tekanan di bagian discharge, selanjutnya gas refrigeran mendorong discharge valve (8) dan gas yang telah dikompresikan mengalir kedalam bagian discharge kemudian dialirkan menuju kondensor melalui discharge elbow .

Gambar 18.2. Kompresor Satu Tingkat (single stage)
18.4.2. Kompresor Dua Tingkat (Double Stage)
Konstruksi kompresor dua tingkat terdapat dua suction chamber dan dua discharge port, serta bagian dalam-nya terbagi menjadi dua bagian untuk menunjang fungsi 2 kompresi dalam satu kompresor. Fungsi dua silinder dari kompresor ini sabagai fungsi high stage yang tergantung dari ukuran kompresor tersebut, sedangkan yang 4 dan 6 cylinder lainya berfungsi sebagai fungsi low stage. Dilihat dari sisi pompa minyak pelumas (oil pump), cylinder low stage terdapat pada sisi kanan kompresor (Gbr.2) Ruangan suction dan crankshaft dihubungkan dengan sebuah lubang penyeimbang tekanan berdiameter 12 mm. Lubang lain berdiameter 5 mm yang terletak dibagian bawah ini ruangan gas suction dan ruang crankshaft yang berfungsi untuk mengalirkan minyak pelumas yang kembali dari evaporator dan mencegah terjadinya buih.

Gambar 18.3. Kompresor Dua Tingkat
18.5. Komponen Mesin Refrigerasi
Pada mesin refrigerasi terdapat komponen utama dan komponen bantu agar mesin tersebut dapat bekerja secara optimal.
18.5.1. Komponen Utama Sistim Refrigerasi
Komponen utama pada sistim refrigerasi terdiri dari;
1. Kompresor adalah berfungsi untuk menghisap dan menekan gas Refrigeran (Reciprocating, Rotary, Screw, Centrifugal, Scroll)
2. Kondensor adalah berfungsi untuk merubah bentuk gas refrigerant menjadi cairan refrigerant, dengan jalan membuang panasnya. Di kondensor terjadi proses kondensasi atau pembuangan panas. (Water cooled, Air cooled dan Evaporative Condenser)
3. Receiver adalah berfungsi sebagai penampung cairan refrigerant dari kondensor
4. Katup Expansi adalah berfungsi untuk menjatuhkan tekanan cairan refrigerant, sehingga cairan refrigerant akan mulai menguap.
5. Automatic Exp, Thermostatic Exp, Capillary tube, Distribution tube
6. Evaporator adalah berfungsi sebagai alat untuk proses penguapan dari cairan refrigerant. pada evaporator terjadi proses penyerapan panas.

Gambar. 18.4. Evaporator
18.5.2. Komponen Bantu Sistim Refrigerasi
Komponen bantu atau alat bantu pada sistim refrigerasi terdiri dari:
1. Oil separator
Alat yang digunakan sebagai pemisah minyak pelumas yang dikandung oleh aliran refrigeran di dalam unit sistim refrigerasi. Oil Separator berupa tabung dimana didalamnya terdapat sirip-sirip penahan minyak pelumas, dimana kandungan minyak pelumas menempel pada sirip penahan menjadi tetesan minyak dan mengumpul pada bagian bawah dan mengalir ke carter kompresor.
2. Filter dryer
Komponen ini digunakan untuk menyerap air yang tercampur dengan refrigeran, biasanya dipasang pada saluran yang bertekanan tinggi atau pada saluran antara receiver sampai katup ekspansi.
3. Gelas Penduga Receiver
Merupakan komponen mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mengontrol permukaan cairan refrigeran di dalam receiver.
4. Solenoid Valve
Pada prinsipnya katup solenoid akan terbuka bila dialiri arus listrik ke kumparan yang terdapat di dalamnya sehingga timbul medan magnet yang akan menarik batang sumbat katup keatas, menyebabkan katup tersebut terbuka.
5. Accumulator
Komponen ini berfungsi untuk menampung cairan dan gas dari evaporator, memisahkan cairan dan gas refigeran sehingga refrigeran yang mengalir pada saluran hisap dalam bentuk gas, menahan cairan refigeran dari evaporator sehingga tidak terus menggalir ke kompresor.
6. Pressure Gaauge
Komponen ini berfungsi untuk mengetahui tekanan refrigeran pada sisi tekanan tinggi, tekanan rendah dan tekanan intermediet.
7. Termometer
Merupakan komponen mesin refrige-rasi, untuk mengetahui temperatur pada bagian-bagian mesin refrigerasi.
8. Gas Purger/Gas cooler
Komponen ini bekerja untuk menge-luarkan udara dari gas refrigeran didalam kondensor. Prinsipnya yaitu dengan mengkondensasikan campur-an udara dan gas refigeran sehingga udara dapat terpisah untuk selanjut-nya dikeluarkan dari sistem refrigerasi.

![]()
Gelas Penduga
Presure Gaauge
Gambar. 18. 5. Gas Purger
18.6. Mengoperasikan Sistem Refrigerasi
Langkah-langkah pengoperasian mesin refrigerasi di kapal pada umumnya adalah sebagai berikut ini;
18.6.1. Langkah Persiapan
1. Menghidupkan air pendingin kondensor dan head cover kompresor
2. Memeriksa jumlah minyak pelumas dari gelas penduga.
3. Memeriksa cairan refrigeran pada receiver melalui gelas penduga
4. Menyiapkan kunci-kunci yang diperlukan pada saat membuka dan menutup bagian-bagian yang di perlukan
18.6.2. Langkah Pengoperasian
Langkah-langkah pengoperasian system refrigerasi adalah sebagai berikut :
1. Buka kran oli kiri dan kanan (unloeder) kemudian di start lalu tutup kembali.
2. Buka kran discharge dengan cepat bersamaan dengan kran oli balik yang ada di oil separator.
3. Setelah semua tekanan normal, buka kran suction perlahan-lahan dengan memperhatikan tekanan hisap pada manometer
4. Setelah itu buka kran pengeluaran dari receiver
5. Terus buka kran ekspansi pendingin palka dan kran ekspansi ruang pembekuan.
18.6.3. Langkah Pemeriksaan
Tahapan langkah pemeriksaan, agar pengoperasian dapat berjalan dengan baik, adalah sebagai berikut ini :
1. Memperhatikan keadaan air pendingin bekerja apa tidak
2. Memperhatikan head covernya jangan sampai panas
3. Memeriksa tekanan oli
4. Memeriksa tekanan suction dan discharge pada manometer
5. Memeriksa ampere meter di panel listrik kompresor
6. Memeriksa suhu

Gambar.18.6. Suhu dan Tekanan Kerja Kompresor
18.6.4. Langkah Mematikan
1. Menutup kran pengeluaran (out let) dari receiver agar refrigran tertampung di reciever
2. Menutup kran hisap (suction) pada kompresor dan tekan tombol stop motor penggerak pada panel kompresor
3. Tutup kran discharge kompresor
4. Tutup kran masuk dan keluar kondensor
5. Tutup kran masuk receiver
6. Tutup kran masuk ekspansi, dan kran balik dari palkah
7. Membiarkan pompa air pendingin kompresor dan kondensor tetap bersirkulasi untuk beberapa menit
8. Matikan pompa air pendingin kondensor
18.6.5. Cara Pengisian Refrigeran
1. Menyiapkan botol yang berisi refrigran
2. Menghubungkan saluran pada botol tersebut ke saluran pengisian refrigran yang telah disediakan di bagian pipa sebelum filter dryer
3. Mengendorkan sedikit sambungan tersebut kemudian membuka botol dan kemudian menutup kembali dengan segera, lalu kencangkan sambungan tersebut. Hal ini di maksud untuk membuang udara yang terdapat pada selang pengisian
4. Membuka kran yang terdapat pada saluran pengisian
5. Membuka kran pengeluaran pada botol refrigran
6. Biarkan refrigran dalam botol mengalir dalam sistem
7. Setelah pengisian refrigran sudah cukup maka tutuplah kran pada saluran pengeluaran
8. Melepaskan sambungan antara botol dengan selang pengisian.
![]()
Selang Pengisian
![]()
Regulator Tabung Amonia
Gambar.18.7. Cara Pengisian Refrigeran
18.6.5.1. Bahan Refrigeran
Refrigeran adalah media pendingin yang berbentuk cairan maupun gas dan memiliki titik didih sangat rendah pada tekanan 1 Atmosfir. Bahan pendingin ini bersikulasi dalam sistem refrigerasi kemudian perubahan kondisi thermal dimanfaatkan untuk menyerap panas produk atau ruangan sekitar pada saat refrigeran berubah uap dingin dan bertekanan rendah. Sedangkan persyaratan refrigeran sebagai berikut :
1. Tidak beracun.
2. Tidak terbakar atau meledak bila bercampur dengan udara dan pelumas.
3. Tidak menyebabkan korosi.
4. Bila terjadi kebocoran mudah dicari.
5. Mempunyai titik didih dan tekanan kondensasi yang rendah.
6. Mempunyai susunan kimia yang stabil, tidak terurai setiap kali dimampatkan, diembunkan, dan diuapkan.
7. Perbedaan antara tekanan penguapan dan pengembunan sekecil mungkin.
8. Mempunyai panas laten penguapan yang besar.
9. Tidak merusak tubuh manusia.
10. Konduktivitas termal tinggi.
11. Viskositas dalam fase cair maupun gas rendah agar tahanan aliran refrigran dalam pipa kecil .
18.6.5. Cara Pengisian Minyak Pelumas
Cara melakukan pengisian minyak pelumas adalah sebagai berikut ini:
1. Siapkan wadah yang bersih untuk tempat minyak pelumas
2. Isi selang pengisian dengan minyak pelumas agar tidak ada udara didalam saluran pengisian kemudian sumbat ujung selang pengisian tersebut.
3. Tutup kran suction kompresor
4. Masukan selang pengisian ke dalam wadah yang berisi minyak pelumas kemudian buka sumbat saluran pengisian minyak pelumas.
5. Buka keran pengisian yang ada di tanki minyak pelumas, maka minyak pelumas akan terhisap dengan sendirinya karena .
6. Jika telah mencukupi segera tutup keran pengisian kemudian tutup kembali sumbat selang pengisian.
7. Jangan biarkan minyak pelumas yang berada didalam wadah habis karena dapat mengakibatkan masuknya udara ke dalam sistem.
8. Buka kembali kran suction kompresor secara perlahan-lahan sambil tetap memperhatikan low pressure pada manometer.
18.7. Mengatasi Gangguan
Cara mengatasi gangguan antara lain adalah :
18.7.1. Membuang Udara Dalam Sistem Refrigerasi
Cara membuang udara dalam sistem refrigerasi antara lain :
1. Kompresor dalam keadaan hidup
2. Tampung semua refrigran ke dalam reciever
3. Tutup stop outline pada reciever
4. Setelah refrigran terkumpul dalam reciever dan tekanan menjadi rendah, tutup inlet reciever
5. Matikan kompresor
6. Buka katup pembuangan yang ada di receiver
7. Setelah udara yang dibuang selesai maka tutup kembali saluran pembuangan. Dan unit refrigrasi dapat dioperasikan lagi
18.7.2. Mencari Kebocoran Dengan Air Sabun
Cara mencari kebocoran dapat menggunakan media air sabun, dengan cara sebagai berikut ini
1. Langkah-langkah mencari kebocoran
2. Menyediakan air sabun untuk disemprotkan pada bagian-bagian yang dimungkinkan terjadi kebocoran
3. Kompresor dalam keadaan hidup agar air tidak kehisap kedalam saluran tekanan tinggi
4. Semprotkan air sabun, dari discharge kompresor hingga katup ekspansi
5. Apabila menimbulkan buih maka disitulah terdapat kebocoran
6. Apabila pencarían kebocoran pada saluran tekanan rendah kompresor dalam keadaan mati (off)
7. Setelah diketahui kebocoran maka akan di lakukan penanggulangan-nya.
8. Matikan kompresor pastikan tidak ada refigran pada tempat yang akan dilakukan pengelasan
9. Lakukan pengelasan pada tempat terjadinya kebocoran dan pastikan tidak ada lagi kebocoran dengan menggunakan air sabun, selanjut-nya kompresor dihidupkan kembali.
18.7.3. Prosedur Mencari Kebocoran Dengan Halide Leak Detector
Cara mencari kebocoran antara lain :
1. Atur kran pengatur sesuai dengan yang diinginkan secara perlahan-lahan
2. Hidupkan api dengan korek api pada lubang penyalaan awal
3. Setelah ada api pada cerobong api maka lakukan pendeteksian dengan lubang pendeteksi kepada komponen yang dicurigai dengan adanya kebocoran pada pipa
4. Perhatikan lubang cerobong api dengan tanda warna api tertentu
5. Apabila tidak ada kebocoran nyala api berwarna biru
6. Apabila ada sedikit kebocoran nyala api berwarna hijau
7. Apabila ada kebocoran yang besar nyala api berwarna ungu.
8. Agar lebih yakin, buka dan tutup secara bergantian pada lubang pendeteksi kebocoran
18.7.4. Penyumbatan Pada Filter Dryer
1. Matikan kompresor dan tutup kran out let pada reciever
2. Tutup katup ekspansi dan buka filter dryer dan cabut saringan didalamnya untuk di bersihkan
3. Mengganti saringan dengan yang baru karena usia pakai sudah lama
4. Tambahkan silica gell apabila di perlukan
5. Pasang kembali filter dryer dengan sempurna dan dapat dihidupkan kembali.
18.7.5. Menghilangkan Bunga Es
Cara menghilangkan bunga es adalah:
1. Langkah-langkah menghilangkan bunga es pada contact plate freezer
2. Pastikan contact plate freezer dalam keadaan kosong
3. Naikkan posisi contact plate freezer dengan menghidupkan pompa hidrolik
4. Tutup kran refrigran (ekspansi manual) yang menuju ke contact plate freezer
5. Ambil selang air laut dan siramkan ke plat yang terdapat bunga es
6. Setelah bunga es sudah tidak ada turunkan posisi plat-plat dengan menggunakan pompa hidrolik dan tutup kembali ruang contact plate freezer selanjutnya dapat di gunakan kembali.
18.7.6. Cara Membersihkan Kondensor
Cara membersihkan kondensor pada sistem refrigerasi adalah :
1. Mematikan kompresor
2. Mematikan pompa air pendingin dan menutup kran saluran masuk dan keluar air pendingin
3. Menutup kran inlet dan outlet refrigran dari kondensor
4. Buka cover kondensor dan bersihkan, periksa saluran pendingin biasanya mengendap dibagian ini sehingga akan menghambat jalanya sirkulasi air pendingin dan penyerapan panas untuk refrigran menjadi terlambat
5. Tusuk setiap tube cooling dengan wire leader keluar masuk agar kotoran yang mengendap hilang
6. Semprot dengan air laut agar kotoran hilang
7. Kemudian meni bagian luar dari tabung konndensor yang telah di bersihkan dari karat
8. Tutup kembali cover kondensor dan pasang kembali baut yang di buka lalu kencangkan
9. Buka kembali kran saluran masuk dan keluar air pendingin
10. Hidupkan kembali pompa air laut sambil perhatikan apakah ada kebocoran
11. Setelah selesai hidupkan kembali kompresor dan buka kran inlet dan outlet refrigran dari kondensor.
18.8. Perawatan dan Perbaikan Mesin Refrigerasi
Keberlangsungan operasional mesin refrigerasi sangatlah diperlukan agar proses pendinginan dan pembekuan terhadap produk dapat terus berlanjut sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu secara rutin mesin refrigerasi selama pengoperasiannya harus selalu diperiksa atau dipantau keadaannya kemudian dibandingkan hasilnya dengan standar normal pengoperasian, selain itu mesin refrigerasi harus pula mendapatkan perawatan dan perbaikan sesuai ketentuan.
Tujuan pemeliharaan adalah :
1. Memperpanjang masa pemakai.
2. Menjamin kesiapan peralatan kerja.
3. Manjamin keselamatan kerja.
4. Menjamin keselamatan alat sewaktu-waktu digunakan.
Sedangkan faktor penentu kebersihan dalam kegiatan pemeliharaan adalah :
1. Kemampuan personilia dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.
2. Tersedianya buku petunjuk pemeliharaan dan data mesin yang bersangkutan.
3. Mengoperasikan mesin sesuai dengan buku petunjuk.
4. Kelancaran arus informas
5. Kemauan dan kemampuan membuat rencana pemeliharaan.
6. Kesadaran akan pentingnya pemeliharaan.
7. Kedisiplinan dalam melaksanakan pemeliharaan.
8. Ketelitian kerja.
9. Kelengkapan fasilitas kerja.
18.8.1. Perawatan Sistem Refrigerasi
Perawatan pada sistim refrigerasi dapat dilakukan secara rutin dan berkala seperti: perawatan harian, mingguan, bulanan, tahunan, disesuaikan dengan pabrik pembuat masing-masing komponen dari sistim refrigerasi.
1. Harian
Pemeliharaan harian adalah pemeliharaan yang dilakukan oleh operator mesin setiap hari baik saat jaga atau tidak. Kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Mengoperasikan kompresor sesuai dengan buku petunjuk dan mengamati selama pengoperasian unit refrigerasi tersebut, kemungkinan ada kelainan-kelainan yang terjadi dalam pengoperasian.
b. Mengisi buku journal unit yang tersedia, masukkan bagian-bagian dari pada unit refrigerasi tersebut.
c. Membersihkan kompresor dan minyak serta tetesan air es yang menempelkan pada unit.
d. Memeriksa aliran pendingin untuk kompresor.
e. Memeriksa jumlah minyak pelumas dengan cara melihat pada gelas penduga yang terdapat pada penutup ruang engkol.
f. Memeriksa suhu air laut sebagai media kompresor pada thermometer yang terdapat pada aliran pendingin yang masuk dan keluar dari kompresor.
g. Pemeriksaan baut yang kendor, semua baut yang kendor harus dikencangkan sesuai dengan buku petunjuk yang ditetapkan.
2. Mingguan
Dalam Pemeliharaan Mingguan ini berlangsung pada pemeriksaan dan pemeliharaan harian Meliputi:
a. Memeriksa sambungan-sambungan kelistrikan pada motor penggerak kompresor dan alat pengamannya.
b. Memeriksa suara kompresor untuk mendeteksi apabila terjadi gangguan atau kerusakan.
c. Mengontrol sambungan perpipaan pada kompresor, kemungkinan ada kebocoran akibat korosi atau karat. Pemeriksaan kebocoran dilakukan dengan menggunakan air sabun, kalau ada kebocoran akan terjadi gelembung udara pada titik kebocoran.
3. Bulanan
Pemeliharaan bulanan dalam jangka panjang meliputi :
a. Penggantian minyak pelumas, meskipun minyak pelumas terpakai belum mencapai waktu yang ditentukan karena sudah tidak memenuhi syarat maka harus diganti.
b. Mengganti saringan minyak pelumas.
c. Memeriksa tegangan tali transmisi (v-belt), apabila v-belt dalam keadaan kendor, tali kipas akan selip pada pulley-nya sehingga akan mengakibatkan getaran pada tali kipas dan bunyi yang mengganggu.
4. Tahunan
Pemeliharaan tahunan dilakukan tiap tahunnya antara lain:
a. Pemeriksaan dan pembersihan semua relay, starter dan instalasi listrik.
b. Memeriksa saluran pendingin.
c. Memeriksa klep hisap dan klep tekan kompresor.
d. Memeriksa bagian dalam kompresor seperti ring piston, piston, cylinder liner, metal dan lain-lain.
e. Mengganti minyak pelumas.
f. Overhaule kompresor adalah memeriksa komponen bila ada kerusakan atau keausan pada komponen kompresor perlu diadakan perbaikan menjadi bentuk dan ukuran semula atau mengganti dengan komponen baru sehingga kompresor dapat beroperasi seperti keadaan semula.
18.8.1.1. Melakukan Pemeliharaan Atau Pemeriksaan Rutin
Secara umum, pemeriksaan rutin adalah untuk pemeliharaan dan kontrol keselamatan serta mencegah kerusakan pada saat pengoperasian mesin refrigerasi, Pemeriksaan rutin yang benar akan dapat menjamin keamanan pengoperasian sampai jadwal pemeriksaan berikut, penggantian spare parts atau perbaikan.
Pertama, hentikan kompresor kemudian refrigerant dalam bagian tekanan rendah dikumpulkan ke dalam penampung cairan (receiver). Jika tiap unit dalam kompresor multi sistem dapat dicek secara bergantian jalankan prosedur penghentian sementara dengan cara menutup katup suction kompresor dan pembuangan refrigerant dari crankcase.
Setelah kompresor berhenti, tutuplah discharge stop valve untuk memungkinkan gas refrigerant pada bagian discharge untuk menuju bagian tekanan rendah melalui by-pass. Jika kompresor dilengkapi dengan kontrol sirkuit otomatis yang bekerja dengan tekanan suction untuk pengurangan beban dan penghentian, maka alat ini harus diubah secara manual atau di by-pass. Jika ada amonia yang tertinggal akan menimbulkan bau menyengat, buang atau purge sesegera mungkin.
Untuk penanganan gas freon, kurangi tekanan secara perlahan sampai sebesar 0 kg/cm2G kemudian matikan kompresor. Pada saat itu tekanan akan naik kembali setelah beberapa saat jadi ulangi prosedur diatas sampai tekanan benar-benar tidak naik lagi.
Jangan mengurangi tekanan dengan drastis karena akan menyebabkan refrigerant yang ada pada minyak pelumas menguap, berbusa dan menyebabkan minyak pelumas hammer.
18.8.1.2. Pemilihan Minyak Pelumas Kompresor
Pemilihan minyak pelumas yang berkualitas mempengaruhi umur penggunaan kompresor secara signifikan. Gunakan minyak pelumas dengan kualitas terbaik. Jika endapan minyak pelumas atau kotoran lain melekat pada discharge valve cage atau bila bagian-bagianyang bergerak menunjukan gejala keausan dini pada saat perbandingan kompresi dan tekanan discharge rendah serta pemakaian minyak pelumas normal, jalankan prosedur pengecekan dibawah ini:
1. Periksalah apakah terdapat kotoran pada minyak pelumas atau benda asing lainnya, atau apakah mutu minyak pelumas tersebut yang digunakan rendah.
2. Periksalah apakah ada minyak pelumas yang sudah tercemar atau telah lama walaupun minyak pelumas tersebut berkualitas bagus. Menentukan kualitas minyak pelumas pelumas adalah sulit. Secara umum dapat diputuskan hanya setelah digunakan. Jadi belilah minyak pelumas dengan kualitas yang baik dan sudah dikenal pada agen/distributor resmi. Janganlah membeli minyak pelumas hanya karena harganya murah.
Faktor penting adalah kekentalan minyak pelumas terhadap kenaikan temperatur, Titik cair bawah (low pour point) dan titik nyala tinggi (high flash point). Setelah dibeli, minyak pelumas harus disimpan pada tempat yang terhindar dari kontaminasi benda asing seperti air dan debu, karena minyak pelumas yang demikian dapat menyebabkan keausan dan karat pada kompresor pada saat minyak pelumas digunakan.
18.8.1.3. Tekanan Minyak Pelumas Tidak Normal
Jika tekanan minyak pelumas tidak mengalami kenaikan meskipun penyetelan pada pengaturan pressure regulating telah dilakukan dan hal itu bukan diakibatkan keausan pada bearing, maka langkah berikut yang harus dilakukan.
Gerakan poros pompa minyak pelumas kedepan dan belakang dan tahanlah poros dengan jari. Jika terdapat kelonggaran pada bushing atau pada sisinya berarti telah aus. Jika ini terjadi maka seluruh bagian harus diganti.
18.8.2. Perbaikan Sistem Refrigerasi
Perbaikan dan pembongkaran pada sistem refrigerasi disebabkan oleh kerusakan akibat operasional, maka diperlukan prosedur pekerjaan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi dan harus ditangani dengan benar karena penanganan yang keliru akan memperparah kerusakan.
Kompresor terjadi liquid flow back, maka pekerjaan yang dilakukan adalah sebagai berikut;
18.8.2.1. Persiapan Pembongkaran
1. Jika karter kompresor pada posisi tekanan vakum pada saat berhenti, maka tekananya harus dibuat sama dengan tekanan atmosfer.
2. Kosongkan minyak pelumas dari dalam ruang karter melalui katup pembuangan dengan membuka plug melalui hand hole dan melalui pipa gauge tekanan rendah.
3. Jika kompresor dilengkapi dengan sistem pengisian minyak pelumas otomatis, jangan lupa untuk menutup seluruh katup dalam sistem. Hal yang sama dilakukan pada tipe yang menggunakan sistem automatic return oil separator.
4. Selama penbongkaran, matikan semua sistem kelistrikan yang tidak terpakai.
5. Kosongkan air dari blok kompresor.
6. Lepaskan belt dan kopling serta lepaskan flange dan flywheel-nya.
7. Flywheel maupun kopling berada pada sisi kompresor yang dapat dilepas dan hati-hati dalam mengerjakan.
18.8.2.2. Yang Harus Diperhatikan Selama Pembongkaran
1. Peralatan yang digunakan harus dalam keadaan bersih
2. Susunlah seluruh suku cadang di tempat yang bersih dan bebas dari kotoran
3. Untuk membersihkan bagian yang dibongkar gunakan alkohol murni, karbon tetrachloride, thricolore-ethylene atau minyak pelumas encer. Minyak pelumas yang berasal dari kompresor dengan suhu 45-50 celcius dapat digunakan. Setelah dibersihkan, untuk mencegah karat maka permukaan komponen harus dilumuri dengan minyak pelumas.
4. Sebelum dirakit kembali, bersihkan komponen dengan menggunakan kompresor udara, busa spons atau dan lumuri dengan minyak pelumas bersih. Hindari menggunakan lap yang berserat untuk menghindari penyumbatan di dalam pipa.
5. Saat pemasangan gasket, dianjurkan menggunakan graphite-mixed oil atau non drying packing pada salah satu sisi untuk memudahkan saat akan mem-bongkar kembali.
6. Apabila silinder juga turut dibongkar, bagian komponen penempatannya harus dekat dengan sylinder tersebut, Peletakan connecting rod jangan tercampur.
18.8.3. Melakukan Perbaikan Mesin Refigerasi
Sehubungan dengan perbaikan dan pembongkaran yang disebabkan oleh kerusakan akibat operasional, maka diperlukan prosedur pekerjaan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi dan harus ditangani dengan benar, karena penanganan yang keliru akan memperparah kerusakan.
18.8.3.1. Prosedur Over Houl Kompresor
Prosedur over houl pada kompresor antara lain :
1. Buang minyak pelumas melalui drain sampai dengan habis
2. Lepaskan saringan minyak pelumas untuk dibersihkan.
3. Buka cover minyak pelumas pada bagian samping
4. Buka cover silinder kompresor no 4 yang dianggap titik kerusakan
5. Lepaskan spring besar kompresor bagian dalam tepat di depan katup
6. Lepaskan katup kompresor
7. Lepaskan baut crank journal piston pada bagian bawah lalu periksa metal dari keausan
8. Cabut piston dengan menggunakan baut yang di masukan ke dalam kepala piston
9. Cabut piston perlahan-lahan
10. Cek bearing piston dari keausan
11. Lepaskan pengikat pin seal bearing pada piston dengan menggunakan tang lancip
12. Lepaskan pin piston dan bearing dengan pipa pendorong yang di pukul dengan palu secara perlahan-lahan
13. Periksa pin dan bearing piston, dari pada kerusakan pada bagian tersebut
14. Ganti pin dan bearing piston dengan yang baru
15. Pasang kembali dengan urutan kebalikan dari pembongkaran.
Gambar 18.8.Perbaikan Kompresor
18.8.3.2. Membuka Head Cover
1. Pada kompresor gantilah dua sekrup yang simetris berlawanan dengan sekrup panjang yang terdapat di tool kit. Kemudian bukalah seluruh sekrup yang lain selain sekrup panjang tadi dari head cover. Kemudian longgarkan dua sekrup tersebut secara merata sampai gasket terlepas dari pegas utama
2. Jika gasket melekat pada head cover atau pada bagian head cover ketukkan palu karet/plastik pada sisinya setelah kedua bautnya longgar lepaskan gasket dengan hati-hati menggunakan cutter atau obeng, dan jangan sampai merusakkan gasket.
18.8.4. Pemasangan Komponen Kompresor (Reassembling)
Cara memasang komponen pada kompresor adalah :
1. Bersihkan seluruh komponen dan crankcase seluruhnya menggu-nakan minyak pelumas encer dan lumuri seluruh permukaan dengan minyak pelumas.
2. Sebelum pemasangan, gunakan minyak pelumas, terutama pada bagian yang bergerak.
3. Pada saat membersihkan jangan menggunakan kain wol karena seratnya dapat tertinggal pada komponen.
4. Setelah pemeriksaan, gasket harus dilapisi dengan minyak pelumas atau campuran.
5. Kencangkan sekrup secara diagonal
6. Perhatikan pada model 12 WB & 12-4WB prosedur pemasangan bagian shaft berbeda dengan model lain.
Cara Menghitung Beban Pendinginan suatu Water Chiller
Disini ingin kami berikan simulasi tentang bagaimana kita bisa menentukan kapasitas kompressor water chiller , apabila kita akan merakit sendiri sebuah Mesin Pendinginan Air untuk kebutuhan mendinginkan mesin misalnya mesin printing , mesin moulding , dan lain lain yang memerlukan air dingin sebagai media pendinginannya.
Misalnya ada suatu kasus , kita disuruh membuat mesin pendingin air ( water chiller ) dengan jumlah air yang akan didinginkan sebanyak 100 liter. Air tersebut akan kita turunkan suhunya dari 35 deg C ke 15 deg C
Selanjutnya marilah kita hitung kapasitas beban pendinginannya :
Mengacu pada rumus Qe= m . c .AT
dimana
Q ; Beban pendinginan ,
m : masssa air ,
c : kalor spesifik air 4,187 ,
AT : beda temperature.
Maka Qe = 100 x 4,187 x 20 didapatkan hasil 8,347 kjoule.
Qe = 8.347 /3600 = 2,326 kw = 2.326 watt.
Jadi daya kompressor yang kita butuhkan , minimal adalah 2.326 watt.
Apabila 1 HP adalah 754 watt maka , 2.326 watt/754 watt adalah 3,08 HP dapat kita simpulkan 3 PK.
Hasil tersebut adalah , air akan turun dari suhu 35 ke suhu 15 derajat dalam waktu 1 jam pendinginan ( tanpa di mix ). Dari hasil tersebut diatas misalnya kita akan mempercepat hasil pendinginan selama 30 menit , maka kapasitas kompresor yang kita perlukan adalah 6 PK.
Apabila waktu yang diinginkan 15 menit , maka kapasitas kompresor yang kita perlukan adalah 12 PK. Begitu seterusnya. Kecepatan pendinginan juga tergantung dari pompa chiller yang kita pasang , untuk mencampur/mix air dalam bak chiller tersebut.
Ada sebagian kalangan yang menghitung dengan cara sebagai berikut : Misalnya kita memakai pompa air dengan kecepatan 10 liter/menit maka air sebanyak 100 liter tersebut akan mencapai suhu nya dalam waktu 10 menit
Belajar pengembangan web di SMK jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) .
Dasar-Dasar Kreatif Desain Komunikasi Visual (DDK DKV) adalah mata pelajaran fondasi (dasar program keahlian) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk jurusan Desain Komunikasi Visual.
Mata pelajaran ini dirancang untuk membekali Anda dengan pengetahuan, keterampilan, dan mindset kreatif sebelum melangkah ke tingkat yang lebih spesifik. Di sini, Anda akan belajar bagaimana mengubah sebuah ide abstrak menjadi pesan visual yang menarik, efektif, dan memiliki nilai jual.
Selamat datang di kelas Pembelajaran Informatika SMKN 36 Jakarta.
Kelas ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep dasar hingga praktik dalam bidang Teknologi
"Projek IPAS: Menghubungkan sains dan sosial untuk kehidupan yang lebih baik."
Kelas ini dirancang sebagai ruang pembelajaran digital untuk membangun pemahaman dasar tentang dunia Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, mulai dari proses bisnis, perkembangan teknologi, budaya kerja industri, hingga keterampilan dasar jaringan komputer. Melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi, simulasi, dan praktik, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi digital di masa depan.
Memberikan wawasan bidang kemaritiman dan menumbuh kembangkan kebanggaan pada murid dalam melakukan proses menjadi pelaut muda di kapal penangkap ikan
English for Career Success
Enhance your listening, speaking, reading, and writing skills to thrive in the workplace and beyond.
